Dany mengerem mobilnya. Sementara Heni berusaha keluar namun pintu terkunci. " Kamu tenang ya, semua akan baik-baik saja. Aku tahu itu berat buat kamu. Tapi percayalah apa yang terjadi itu kehendak Allah. Jadi jangan gugurkan kandungan itu." Dany menunjuk perut sang istri lalu menghapus air mata Heni. Pria itu was-was jika Heni berpikir sejauh itu. Mendengar kata-kata Dany Heni malah menangis lagi. Tidak..ia tidak mungkin berpikiran akan melenyapkan calon anaknya. Heni bukanlah perempuan jahat yang akan setega itu. Aborsi itu perbuatan dosa. Apalagi janin yang dikandungnya itu kembar. Jika ia sampai melakukannya maka itu artinya ia melenyapkan dua nyawa sekaligus. Dany kembali mengemudikan mobilnya dan berbelok menuju sebuah taman. Heni sudah mulai tenang. Ia kemudian memarkir mobilnya.

