Bagian 24

1468 Kata

Mendengar ide yang disampaikan Fikri, Dany malah bengong. Bisa-bisanya pria itu memiliki ide lain yang tidak kalah gila menyaingi Maminya itu. " Apa? kawin kontrak?!!" Dany terbelalak kaget. Mau nikah kontrak atau apapun tetap saja ia tidak mau menikah dengan Heni. Tetap saja ia gengsi harus bersanding dengan seorang janda beranak ABG yang usianya jauh di atasnya. " Itu cuma masukkan aja, keputusannya terserah kamu. Kalian bisa nikah kontrak mungkin 6 bulan atau setahun dengan perjanjian hitam di atas putih. Setelah itu kalian bisa bercerai. Gampang kan. Nilai kontraknya nanti kalian tentukan," Fikri berkata bukannya asal ia telah memikirkan semua itu dengan matang. Otak cerdasnya memang selalu memudahkan dalam melakukan penyelesaian masalah walaupun hanya sementara. Dany belum sempat me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN