21

1158 Kata

"Tapi inget, kalau sampai Bunda tahu masalah ini, jangan salahin gue kalau Bunda juga bakalan tahu kelakuan loe sama putrinya selama ini gimana? Adilkan?" Kak Lian ngebawa aku keluar dari tempat acara ini gitu aja, Kak Lian bahkan udah gak memperdulikan kalau sekarang malah kita yang jadi tontonan menarik di acara pernikahan orang, "Jangan nangis Wa" ucap Kak Lian begitu kita berdua masuk ke mobilnya, sebisa mungkin aku mengiyakan ucapan Kak Lian tapi memang dasarnya ini tangisan gak bisa diajak kompromi, bukannya berhenti aku malah makin kejer. "Mas Ali tahu kelakuan suami kamu kaya gitu? Percuma punya segalanya kalau sanggup bersikap kasar sama perempuan apalagi istri sendiri" aku hanya menggeleng untuk pertanyaan Kak Lian, selama ini yang aku dan keluarga aku tahu Mas Adam itu lelaki

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN