"Kemana anda berniat meletakkan tangan anda Arditya?" Mas Adam bangkit dan narik tangan aku untuk berdiri tepat dibelakangnya. "Bapak gak usah ikut campur, saya gak akan pernah percaya, sampai kapanpun saya gak akan mau percaya, Nawa tunangan saya dan sampai kapanpun Nawa akan berakhir dengan menjadi istri saya, bukan malah menjadi istri Bapak" balas Kak Ardit masih ngotot "Dan saya tidak butuh pengakuan anda untuk pengesahan status pernikahan saya dan Nawa" Mas Adam mengeratkan genggamannya ditangan aku setelah ucapannya barusan. Masih dengan tangan yang digenggam Mas Adam, aku juga mulai risih dengan banyak orang yang mulai memperhatikan kami, hancur sudah harapan aku untuk nutupin masalah pernikahan aku sama Mas Adam. "Nawa tunangan saya, jadi Bapak gak usah ngaku-ngaku" "Saya tegas

