"Lo bilang kita akan bareng terus. Tapi, kenapa lo pergi, Ci?" lirih Ovi saat mengantar sahabatnya di bandara. Hari ini Cia akan bertolak ke Singapura untuk meneruskan pendidikannya dan juga menata hatinya yang dirundung kebimbangan. Cia yang tidak tega melihat sahabatnya menangis tersedu-sedu pun mencoba menenangkan gadis itu. Satu pelukan lama mungkin akhir dari pertemuan mereka saat itu. Saling menumpahkan kerinduan karena tidak akan berjumpa dalam jangka waktu yang lama. Ya, mereka mungkin tidak bisa bertemu dalam waktu tahun. "Lo sahabat gue, Pi. Sampai kapan pun lo akan jadi sahabat gue. Maaf karena gue ambil keputusan ini. Maaf karena ingkar janji. Tapi, gue janji suatu saat ini kita akan bertemu kembali. Dan gue harap, setelah gue balik ke sini, lo berubah. Jadi Opi yang lebih b

