“So? Takdir akhirnya membawa lo ke dia lagi,” ujar Ovi sambil sibuk menulis jadwal pelajaran baru mereka dalam satu semester. Cia yang mendapati sang sahabat berbicara kepadanya pun tak berniat untuk menjawab. Bukan apa-apa, dua bangku di depan bagian kanan adalah meja Zeus. Jangan sampai pemuda itu menjadi kegeeran karena Ovi membicarakannya. “Nggak usah dilhatin mulu, dia bakalan ada di sana terus selama setahun ke depan. Tenang aja, lo bisa puas-puasin ngelihat dia,” celetuk Ovi yang membuat Cia menjadi kesal sendiri kepada sahabatnya ini. Ovi datang setelah kelas hampir penuh. Tentu saja gadis itu terkejut mendapati Zeus berada satu kelas dengannya. Dan dengan bahagianya akhirnya dia bisa menggoda Cia sepuasnya. “Opi udah, deh. Bahaya kalau dia denger tau!” ucap Cia setengah berbisik

