“Gue mau ke Jogja.” Hendra mengatakan hal tersebut kepada Kevin via telepon. Mungkin ia akan berangkat besok, setelah pekerjaannya disini selesai. “Sendiri?” “Gue nggak ngajakin lo.” “Iya tau. Mau berapa lama disana?” “Kalo ketemu, lama disana. Kalo enggak, ya balik cepet kesini.” Langkah Hendra terhenti seketika saat ia melihat sosok yang nampak tidak asing. “Roni,” gumamnya. Hendra pun langsung berlari agar dapat mengejar langkah lelaki itu yang kini mulai memasuki lift. Pintu lift hampir tertutup namun berhasil dicegah oleh kaki Hendra. Lelaki itu lantas memasuki lift dimana hanya ada Roni saja. “Hai, Ron.” Lelaki itu nampak terkejut dengan kehadiran Hendra. Akan tetapi tidak ada yang bisa dilakukan karena pintu lift telah tertutup. “Lama nggak ketemu,” ujar Hendra kemudi

