“Aku mau buat kejutan untuk kak Adelia.” Dimas terkekeh. Hendra seperti dirinya saja yang berpikir bahwa lebih baik menyampaikan hal ini secara langsung bukan melalui telepon. “Tapi sepertinya untuk Adel, lebih baik kabari dia lewat telepon.” Entahlah, Dimas hanya ingin disaat ia bertemu dengan Adelia nanti, dirinya tidak perlu lagi menjelaskan banyak hal kepada gadis itu. “Nggak papa, Kak. Biar bisa lihat ekspresi langsungnya kak Adel.” Hendra pun mengirimkan pesan kepada Adelia. Menanyakan keberadaan gadis itu dimana sekarang. Kening Hendra mengernyit kala mendapatkan pesan balasan dari gadis itu/. “Gimana, Hend?” “Kak Adel lagi di Bali untuk urusan pekerjaan.” Dimas pun menganggukkan kepalanya. “Kak Air nggak bisa lebih lama lagi disini?” Dimas sudah berjanji bahwa ia hanya p

