Balas dendam? "Tidak ingin balas dendam?" Vivi tidak pernah memikirkan itu, semenjak ia datang ke rumah dan diperlakukan tidak pantas, ia hanya diam dan tidak memikirkan balas dendam, ia justru berpikir keras mencari kesalahan untuk diperbaiki dan jika dirinya diusir, dia hanya akan bisa berpikir positif karena memang tidak dibutuhkan lagi. Tapi sekarang ia tidak menyangka kalau separuh hotel itu adalah milik ayahnya termasuk rumah yang mereka tempati. "Bagaimana dengan rumah sakit?" "Kamu ingin tahu?" Vivi mengangguk. "Rumah sakit itu diambil ayahku juga, dan sekarang fasilitasnya dipakai dia atas namaku, sebagai anak berbakti, saya tidak mungkin mengabaikannya." Vivi menggertakan gigi. "Sejak kapan?" "Apanya?" "Sejak kapan rumah sakit itu pindah pemilik?" Reza menyeringai. "R

