"Vivi, jangan melihat adegan itu. Tolong, itu tidak baik untukmu." Mohon Krisna dengan sungguh-sungguh. "Tidak baik untukku? Lalu bagaimana denganmu?" Vivi mati-matian berusaha menahan gairahnya. "Tidak Vivi, kamu dimana? Aku akan menjemputmu sekarang!" panik Krisna. Vivi sudah diambang batas, ia meletakan handphone di atas meja dengan loud speaker dinyalakan. "Selamat bersenang-senang tunanganku." "Vivi, jangan tinggalkan handphonemu! Aku akan melacaknya sekarang dan menjemputmu! Vivi!" Krisna bisa mendengar suara erangan wanita. Tidak, ini bukan suara Vivi, ia harus segera menyelamatkan Vivi sebelum terjerumus lebih dalam. Dulu di Australia, dia bertemu dengan Almira dari pesta yang diadakan temannya, dan pesta itu berakhir menjadi liar. Krisna akui, itu kali pertamanya dia merasa

