Chapter 32: You Must To Stop! David’s PoV Seketika aku merasa kalah telak setiap kali mengunjungi ruang kamar Jade, pria itu masih ada di sisinya tak meninggalkan ruang rawat Jade sama sekali. Dia tidak beranjak kecuali hanya untuk kepentingan yang mendesak—ke kamar kecil, hanya itu. Setelahnya dia akan kembali lagi ke sisi Jade, duduk di samping ranjang Jade, tanpa menyentuh gadis itu, hanya menatapnya bahkan tanpa menutup matanya meski hanya sesaat. Saat itu aku bisa melihat ada sesuatu yang begitu besar terpancar dari sorotan matanya, lebih dari sebuah kekhawatiran. Itu penyesalan yang sangat-sangat besar hampir sama besarnya dengan pancaran cinta itu sendiri. Ini pertama kalinya aku melihat semacam ini pada mata Aeghar yang indah itu. Selain Jade yang perlu kami khawa

