Selama perjalanan menuju rumah sakit, Dea Berkali-kali mengerang menahan rasa nyeri di kepalanya. Kevin yang menyetir mobil dibuat kalap oleh keadaan istrinya yang semakin parah. "Mas sakit!" teriak Dea dengan kedua tangan yang meremas rambut. Perban yang semula terlilit rapi kini porak poranda. "Sebentar lagi sampai Sayang," tenang Kevin. Ia menekan kontak mamanya untuk mengabari keadaan Dea. Butuh beberapa kali sebelum telepon itu terangkat. "Hallo Ma. Kepala Dea tiba-tiba sakit, sekarang aku menuju rumah sakit." "Kok bisa!?" teriak Rita di seberang telepon. "Nggak tau Ma. Tiba-tiba keadaannya parah begini." "Oke Mama sama Papa segera ke sana." Telepon pun terputus, dan bertepatan dengan mobil yang sudah terparkir di depan rumah sakit. Kevin langsung membopong istrinya masuk dan

