David yang baru saja sampai rumah langsung disambut Nala dan Levi. Mereka nampak menunggu kedatangannya dengan risau. Semua itu tercetak jelas di wajah istri dan putranya. Begitu David mengucapkan salam, Nala langsung mencium tangan suaminya dengan tergesa-gesa. "Bagaimana Yah?" tanya wanita itu tak sabar. David masih terfokus pada putranya yang sedang mencium tangannya. "Kita masuk dulu." Ketika sudah duduk di kursi ruang tamu, David menghela napasnya panjang. Ia memejamkan mata sejenak mengotrol emosi yang ada di dalam dirinya. Nala dan Levi menyiapkan diri mendengar jawaban dari kepala keluarga. d**a berdegup kencang seolah ingin melesat dari tempatnya. Kepala Levi sedari tadi berputar pesat. Batinnya bertanya-tanya apakah namanya akan terseret ke kasus ini. 'Bisa mati kalau sampai

