"Gimana Vin?" tanya Nino kepada sahabatnya yang baru mendaratkan pantatnya di atas kursi. Dia sudah tidak bisa menahan rasa penasaran soal pertemuan Kevin dan Seno. Ini akan menjadi cerita menarik untuk lelaki itu. "Kacau." Kevin menggaruk rambutnya dengan kasar. Matanya masih memerah karena terbawa emosi saat menemui mertuanya. Berita yang disampaikan kepadanya cukup mengejutkan dan membuat stress. Alis Nino mengerut dan bibirnya maju 1 cm. "Maksudnya?" ia menanyakan kejelasan lebih antusias lagi. "Dia tidak mau melepaskan Dea, sebelum aku menceraikannya." Desisan putus asa menjelaskan bagaimana lelaki itu merasa frustrasi dengan keadaannya sekarang. " Huft..." helaan napas keluar dari mulut Nino. Ia sudah menduga tidak mudah melawan keluarga Icha yang sempat menghancurkan dirinya.

