36

1125 Kata

Mendengar teriakan itu membuat Kevin terkejut dan langsung mendatangi istrinya. Kakinya sempat tersandung karpet yang ada di ruang tengah karena panik. Saat sampai di depan kamar, mata Kevin melebar melihat pemandangan di dalam. Dea yang tau kehadiran Kevin langsung memeluk tubuh lelaki itu. Dia sangat benci dengan darah, apalagi sekarang hampir seluruh lantai dan ranjangnya dipenuhi dengan cairan merah berbau amis. “Mas, ini kok bisa kayak gini?” tanya Dea panik. Perempuan itu terlihat terkejut melihat kamarnya yang porak poranda dengan beberapa darah yang sudah berceceran di ranjang mereka. Kevin menelan salivanya dengan paksa, ‘Apa ini yang dimaksud Papa Icha?’ batinnya. “Mas!” sentak Dea membuyarkan lamunan suaminya. Kevin langsung gelagapan mendengar suara istrinya yang meninggi.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN