Lewat cermin meja rias, Dea mengamati suaminya dengan dongkol. Bagaimana bisa ia meminta izin padanya untuk menemui pelakor yang sudah menghancurkan hatinya. Dea tak memberi jawaban apapun. Mulutnya terbungkam dengan rapat. Merasa lelah jika berdebat dengan Kevin. “Sayang...” rengek Kevin. Namun, Dea tetap mengacuhkannya. Akhirnya lelaki itu hanya terdiam karena dicueki istrinya. Dea langsung beringsut masuk ke dalam selimut dan segera menutup matanya. Kevin yang mulai sadar sudah menyinggung istrinya langsung memeluknya, berharap hal ini bisa meringankan rasa dongkol Dea. Dia tetap diam saja, dan perlahan alam sadarnya menghilang. Keesokan paginya Kevin dan Dea berangkat bersama, bedanya kali ini keduanya dalam diam. Tak seperti kemarin yang penuh dengan keromantisan, Dea beberapa

