22

1143 Kata

Kevin langsung memarkirkan mobilnya ke pekarangan rumah. Matanya tertuju pada seorang perempuan yang tengah bersimpuh di lantai teras dengan tangan yang memeluk kedua kakinya. Wajah perempuan itu terbenam dengan sangat dalam di sela tubuh dan kakinya. “Sayang,” panggil Kevin sembari berlari mendekati perempuan itu. Dea langsung mendongakkan kepalanya, menatap seseorang yang baru saja memanggilnya. Deraian air mata menetes dengan gesit. “Uhuhuhuuuu!!!” tangisnya kembali pecah setelah melihat kedatangan Kevin. “Kenapa? Ada apa, hm?” tanya Kevin dengan tatapan sendu. Melihat perempuan itu menangi membuatnya merasa khawatir. “Uhuhuhu!!! Kenapa lama sekali...” protes Dea di tengah tangisannya. “Maaf, Mas sudah berusaha cepat pulang. Maafin Mas,” mohon Kevin yang membelai pipi perempuan i

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN