Reaksi Icha membuat Dea senang. Istri siri suaminya itu terlihat senang. "Apa?" tanya Icha dengan mata berbinar. 'b***k cinta,' batin Dea yang ingin tertawa melihat ketololan madunya. "Aku ingin menghancurkan Kevin, Nina, dan Levi. Berikan bukti konkritnya." Dahi lawannya yang berkerut, "kamu gila mau menghancurkan Kevin?" "Tidak. Akan lebih gila lagi kalau aku diam saja. Aku ingin memberi pelajaran untuk suamiku." "Aku tidak mau," tolak Icha. "Kalau begitu aku tidak bisa melepaskan suamiku." Kalimat itu memprovokasi Icha. Wanita itu menghela napasnya kasar. "Kamu ingin menghancurkan bagaimana?" "Minimal Kevin dipecat secara tidak terhormat sebagai guru. Levi tau kebejatan Nina." "Bagaimana dengan cafe?" "Ambil saja." Bibir Icha tersenyum, "yakin?" "Ya." Wanita itu sangat yakin

