56

1098 Kata

Andre yang selalu mengamati keadaan Dea semakin gusar tak karuan. Ia tak berani menjaga wanita itu secara terang-terangan. Namun hatinya terasa resah karena hanya bisa mengamati dalam jarak jauh. Sekarang ia berdiri terpaku melihat wanita itu berada di ruang UKS. Ia ingin sekali menolong Dea, tapi tekadnya tak sampai. Matanya sempat melebar ketika melihat ekspresi pujaan hatinya meringis kesakitan. Rasa khawatirnya semakin besar, bahkan kakinya sempat terangkat tetapi langsung ia urungkan ketika Dea berubah menjadi tertawa untuk menenangkan murdinya. 'Seandainya aku bisa ke sana,' benaknya. Ia memandang interaksi guru dan murid dalam UKS dengan penuh perhatian. Jono yang baru saja keluar dari kelas tempatnya mengajar langsung menepuk pundak kepala sekolah. Itu sangat mengejutkan Andre.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN