Semua orang masuk ke dalam, Rita sudah menangis sesenggukan di pelukan Dea. Gito masih menundukkan kepala dan David menghela napasnya panjang. "Kenapa kamu menyembunyikan ini semua Sayang?" tanya Rita di tengah tangisannya. "Bagaimana bisa kamu menanggung itu semua sendiri?" lanjut wanita paruh baya itu. Dea menatap mertuanya dengan sendu, lalu beralih ke ayah kandungnya. David membalas tatapannya dengan rasa penuh bersalah, tetapi bibirnya kaku untuk bergerak. Dea bersyukur karena ayahnya tampak baik-baik saja. Rita memegang kedua pipi menantunya, kemudian mengecup lembut kening itu. Air mata yang sedari tadi membasahi pipinya kini terjatuh ke kepala Dea. Helaan napas terdengar dari Dea. 'Mama dan Papa pasti sudah tau semuanya,' batin wanita itu yang menatap mertuanya dengan sendu. Pa

