Bos ku

940 Kata
Raline pov "pagi Raline... " "pagi pak...." aku langsung menghentikan kegiatan ku yang sedang melihat file dan langsung bergegas bangkit berjalan menuju ke ruangan bos ku mengikuti beliau. "apa schedule saya hari ini?" tanya bos ku. Dan aku mulai membacakan kegiatan nya hari ini. "bapak sudah ditunggu bapak Raka diruangan meeting" ucapku setelah selesai membacakan kegiatan nya. "baiklah... ayo kita kesana" kata beliau seraya bangkit dari kursi kebesarannya. "baik pak...silahkan pak" aku mempersilakan bos ku berjalan lebih dulu. "selamat pagi semua" kata pak Brian begitu memasuki ruang meeting. "selamat pagi pak" jawab mereka semua kompak yang ada didalam ruang meeting sambil berdiri. "pak ini bapak Raka Prasetya Subrata yang menggantikan bapak Subrata " kata pak Dion salah satu tangan kanan pak Brian bos ku. "ohh jadi ini anak pak Subrata CEO baru PT. Global Mandiri?" tanya pak Brian sambil mengulurkan tangan "iya pak" jawab pak Raka menyambut uluran tangan pak Brian. "semoga kerja sama kita bisa terus berlanjut pak" kata pak Raka yang langsung disambut tawa oleh pak Brian. "baiklah mari kita mulai" ucap pak Brian selanjutnya. kemudian seseorang yang sejak tadi berdiri disamping pak Raka langsung mengenalkan diri sebagai aspri pak Raka dan membacakan kontrak kerja mereka. Beginilah pekerjaan ku sebagai sekretaris pribadi , sudah 5 tahun aku bekerja di perusahaan ini. Perusahaan yang bergerak di bidang kontraktor. Perusahaan yang awalnya hanya perusahaan kecil disebuah ruko sekarang menjelma menjadi salah satu perusahaan terbesar di Indonesia. Aku yang hanya tamatan SMA pada saat itu, merasa beruntung sekali dapat diterima diperusahaan ini. Masih teringat jelas saat aku di interview oleh pak Brian langsung. "kamu merantau dari Surabaya?" tanya nya saat itu. "iya pak" jawabku cepat "lalu kamu tinggal dengan siapa disini? " lanjutnya. "saya ngekost pak" jawabku lagi "tidak ada saudara disini? " lanjut nya lagi. "tidak ada pak" "lalu apa kamu tidak merindukan orang tua mu kalau kamu jauh dari mereka?" pertanyaan nya kali ini buat aku terkejut "orang tua saya sudah meninggal pak" dan jawaban ku sukses membuat nya menegang. "kamu yatim piatu?" tanya nya lagi sedikit terkejut, dan aku menganggukan kepala sebagai jawaban ku. "baiklah kamu saya terima bekerja disini" dan sukses membuat ku terbengong beberapa detik dan tersadar langsung mengucap syukur karena Allah memudahkan semua nya. 'alhamdulillah yaa allaah ' ucapku dalam hati. "Raline.... kamu handle semua nya, pak Dion yang akan gantikan saya menemui klien. Saya mau pulang" ucap pak Brian membuyarkan ingatanku saat kami baru selesai meeting. "baik pak" jawabku sambil mengikuti pak Brian keluar dari ruang meeting. Enak banget kan bos ku itu, ke kantor kalo emang lagi penting banget. Selebihnya menyerahkan seluruh nya ke anak buah. Lah kalo begitu ngapain aku repot-repot bacakan jadwalnya. Yaah gimana pun itu sudah menjadi tugasku. Dengan punya bos yang loyal banget ke anak buah, rugi banget sih kalo sampe kerja gak becus yang ada bakal diamuk pak bos. Apalagi kalo sampe berkhianat, dijamin gak bakal dapet bos yang sama. Pak Brian adalah sosok bos yang humble , pembawaannya yang santai dan peduli membuat karyawan nya pun loyal bekerja. Tapi kalo ada karyawan yang kerjaan nya nggak sesuai permintaan nya yaa sudah pasti dimarahi. Tapi mana bisa sakit hati apalagi sampe marah. Yang namanya karyawan mah nurut aja ama bos nya kan digaji. Kalo kerjaan nya bener gak mungkin dimarahi. Aku masih berkutat dengan pekerjaanku sampe aku tidak sadar kalo jam sudah menunjukkan pukul 5 sore. Sudah waktunya aku membereskan pekerjaanku untuk bersiap pulang. Aku sampai diunit ku setelah menempuh 1 jam perjalanan. Biasalah ya Jakarta di jam-jam rawan. Aku mendudukan b*****ku disofa ruang tamu unitku untuk menghilangkan sejenak lelahku. Unitku ini baru 1 tahun aku tempati, berada di pusat kota Jakarta dan termasuk apartemen mewah di kota Jakarta. Dan apartemen ini merupakan hadiah pak Brian yang diberikan padaku. Aku sampai mengaga karena gak percaya "beneran pak? " tanyaku antusias "iya...mau gak kamu? " ejeknya "ya mau lah pak" sahut ku cepat dan dia langsung terbahak "makasih banyak ya pak " jawabku masih dengan senyum pepsodenku. "iya...sama-sama makasih juga kamu sudah bekerja dengan baik" jawabnya sambil menyerahkan kunci apartemen. Sebelumnya pak Brian memberikan aku mobil katanya untuk memudahkan mobilitasku. Kalo sudah setaraf sultan mah uang segitu receh buat pak Brian. Dan yang paling berkesan buatku adalah saat pak Brian menawariku kuliah saat aku baru bekerja dengan pak Brian. "perusahaan ini akan semakin besar dan kamu akan semakin banyak bertemu dengan orang-orang baru " kata pak Brian saat itu. "kamu gak usah pikiri biaya nya, saya yang akan membiayai. Kuliah aja yang bener" lanjut nya lagi karna melihat ku ragu untuk menerima tawaran nya. Sudah 1 tahun yang lalu aku menyelesaikan pendidikan startaku. Dengan hasil yang cukup memuaskan. Baik banget kan pak Brian, uda tampan tajir melintir baik pula ditambah istri yang cantik jelita seperti ratu, sempurna sekali kehidupan nya. Dan aku merasa beruntung sekali Allaah sudah mempertemukan ku dengan pak Brian. Aku membuka pintu saat mendengar bel berbunyi. Aku melihat kang ojol yang mengantar pesanan makananku. Biasanya aku singgah ke restoran atau cafe sebelum pulang. Tapi karna terlalu lelah aku memilih pesan saja. Segarnya badanku saat aku selesai mandi. Rasa capek ku langsung hilang dan aku bersiap makan. Memang kalo sudah mandi baru semangat makan. Aku membereskan bekas makanku, aku paling tidak suka rumah kotor dan tidak rapi. Jadi aku selalu terbiasa membereskan pekerjaan rumah sebelum aku berangkat kerja sehingga begitu aku pulang kerja aku tidak disuguhi pemandangan rumah yang berantakan yang menambah rasa capek saat pulang bekerja. Begitupun sebaliknya disaat aku bangun tidur yang aku lihat rumahku masih bersih dan rapi. Aku memasuki kamarku setelah mamastikan semuanya beres. Aku merebahkan badanku dikasur queen size ku. Nyaman sekali rasanya, dan aku mulai memainkan handphone ku sampai kantuk menyerang.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN