Melihat Claudia terbaring lemah lantaran terlalu banyak mabuk, aku jadi miris. Memangnya berapa botol yang dihabiskan sampai dia selemah ini? Apa mungkin karena terlalu terbiasa, makanya aku tidak terganggu kalau mulutnya bau alkohol? Bahkan, aku baru sadar saat dokter tadi memeriksanya. Suhu tubuhnya sudah normal, namun dia masih selemas saat aku sudah sampai di apartemennya. Perlahan Claudia membuka mata, menyipit menatapku dan akhirnya bertanya sedang ada di mana. Namun, aku terdiam lama lantaran pasti dia sudah bisa menebaknya. "Pak Adam tadi gendong aku ya?" Aku mengangguk, "iyalah. Tapi gak apa-apa, kamu gak berat. Sepertinya program dietmu memang beneran manjur, Clau." Dia hanya tertawa lalu berusaha bisa duduk bersandar tembok rumah sakit. Menaruh kedua tangannya di atas ba

