Tama dan Nadia masih belum bisa meninggalkan Surabaya, karena ternyata setelah Sena mengantar Anita ke rumah di peternakan malam itu, Sena teringat sesuatu untuk dibicarakan dengan Tama. Malam itu Sena terpaksa menginap di peternakan dengan membawa seragam tugas, supaya bisa langsung berangkat ke kantor pagi harinya. "Tam, kalau ada kesempatan pindah ke Jawa, lebih baik tinggal di Surabaya saja. Peternakan sudah kembali normal, aku kadang kewalahan ngurus karyawan dan lain-lain. Ditambah kerjaan dan tugas kantor." Sena bermaksud menarik Tama untuk mengurus usaha keluarga yang baru saja bangkit kembali dari terjangan pandemi. "Belum lagi urusan istri-istri." Tama membercandai kakak sulungnya itu. Keduanya terbahak diikuti wajah merona Sena. Sudah lama rasanya tidak saling bercanda. T

