Bab 49

1051 Kata

Anita terlihat kaku tapi masih tetap berdiri menghormati istri pertama Sena. "Kita memang hidup berdampingan sebagai istri dari Antasena Arya Sasongko, tapi perlu kamu ingat jangan harap aku bisa menerima sepenuhnya pengkhianatan kalian. Jangan pikir aku selugu itu, Anita. Aku akan bersikap baik hanya di depan Mama dan anak-anak." Indah berucap sedikit berbisik, tetapi cukup tegas didengar Anita. Lalu perempuan bergaun klasik itu berlalu seraya melirik ke arah anak kecil yang masih asyik bermain kursi. "Hai, Dion. Anak manis." Indah sempat mengusap pucuk kepala lelaki kecil itu seraya tersenyum dan berlalu begitu saja. Anita masih tertegun di tempat ia berdiri. Napasnya sedikit ada yang menjegal, rasanya sesak sekali. Kedua sudut kelopak matanya menghangat, segera ia mengerjap untuk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN