Bab 44

1235 Kata

Beberapa gelas minuman yang Nadia ramu, sudah dihabiskan. Badannya terasa sedikit hangat dan segar, tetapi tulang-tulang dan sensi serasa dilolosi. Lemas. Ia memutuskan meminum obat flu dan sakit kepala supaya bisa beristirahat sejenak sebelum magrib tiba. Namun, suhu badan itu semakin tidak terkendali. Bahkan kian gigil saat ia sadar kembali. Rasanya aneh, tidak seperti sakit kepala atau flu biasa. Ada tanda tanya di hatinya, mungkinkah ini juga yang dirasakan sang ibu. Apakah ini rasanya terlumpuhkan virus itu? Entahlah. Nadia berusaha tenang agar bisa mengurus diri dan anak-anak. Sementara Bu Rosmia, Nadia meminta bantuan Nindi untuk membantu mengurus. Ia baru saja melewati pintu kamar Bu Rosmia hendak menuju dapur, saat Nindi masuk membawakan bubur untuk sang ibu. Langkahnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN