42. Knock Knock

1483 Kata

Game online belakangan telah menjadi candu bagi kebanyakan orang. Tidak terbatas umur, mulai dari anak-anak, remaja, dan dewasa menggandrunginya. Begitu pula dengan Kai. Sepulangnya dari bekerja, ia membersihkan tubuhnya lalu tenggelam dengan ponsel di tangan. Ia mengabaikan pertengkaran kedua orangtuanya yang belakangan semakin memanas. Masing-masingnya terus berteriak. Suara keduanya terdengar sampai ke kamarnya. Bahkan sang ibu seringkali melempar barang-barang sampai asisten rumah tangga mereka kerepotan membersihkan rumah. Kalau dihitung-hitung, daripada guci dan vas mahal tersebut harus melayang sia-sia, lebih baik dijual dan disumbangkan pada orang yang membutuhkan. Keluarga yang sejak dahulu bagai menyimpan bara dalam sekam itu, perlahan-lahan berubah menjadi abu. Tiada lagi keh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN