Malam harinya setelah mengecek keadaan Lio di apartemen Tama, Al memacu kendaraannya menuju rumah adiknya. Hatinya resah tidak karuan. Ia tidak menyangka bahwa perkara restu bisa jadi begitu rumit. Bukan hanya dari pihak keluarganya yang mempermasalahkan. Tetapi juga dari keluarga Lio. Ia belum mempertanyakan kepada Lio soal restu tersebut karena waktu yang belum tepat. Gadisnya baru sembuh dari sakitnya. Ia tidak ingin membebani pikiran Lio untuk saat ini atau asam lambungnya bisa kumat lagi. Bahkan gadis itu hanya menunduk serba salah saat ia mencecar Lio terkait kepindahannya ke apartemen Tama serta drama pengusiran keluarga karena nekat memilih dirinya. Alfaraz tersanjung, tapi juga merasa bersalah seperti memikul beban berat di pundaknya. Duh Gusti! Mau nikah aja kok ribet amat!

