Aura sedang diliputi kekhawatiran karena sang suami belum juga pulang padahal jam sudah menunjukan lebih dari tengah malam. Tidak biasanya Rendra pulang selarut ini apa lagi tanpa memberitahu Aura terlebih dahulu. Biasanya pria itu memberi pesan singkat yang benar-benar singkat hanya sekedar mengabarkan kalau dia akan pulang malam. Berkali-kali Aura menghubungi Rendra namun malah tersambung ke pesan suara karena tidak aktif membuat Aura menjadi semakin khawatir. Tapi untuk apa? Rendra sudah dewasa dan tentunya bisa mengurus dirinya sendiri. Perasaan aneh yang bersarang di hati Aura mulai mengambil alih setelah Rendra mencuri ciuman pertamanya. Tiba-tiba saja tangannya terangkat menyentuh bibir sambil berkaca pada cermin hias di ruang tamu. Aura menggigit bibir bawahnya mena

