"Jadi, itu masalahnya!" potong Zack cepat. "Kau cemburu padaku karena mengira Evelyn menyukaiku. Benar, bukan, Russel?" Russel mendengkus kasar. Membuang muka menghindari tatapan menuduh Zack dan Mark. Dalam hati Russel menyumpah, menyesali dirinya yang sudah keceplosan. "Astaga! Kau salah kalau berpikir seperti itu, Evelyn tidak memiliki perasaan apa-apa padaku!" Zack mengusap wajah kasar, meremas rambut gelapnya sama kasar. "Apa yang ada dipikiranmu, Russel?" tanyanya geram. Russel tetap menatap ke arah lain, menghindari Zack. Ia memang salah, tidak seharusnya cemburu pada Zack, tapi hatinya tidak bisa dilawan maupun ditahan. Hatinya dengan tidak tahu diri menerobos batas sadar dan memaksanya untuk melancarkan tuduhan itu. Meski cemburu itu wajar tapi ia merasa sedikit keterlaluan

