Sama seperti beberapa pertempuran sebelum ini, mereka kembali mendapatkan kemenangan. Sepertinya kalau Zack terus bersama mereka dalam setiap pertempuran, pasukannya tidak akan kalah. Thomas Gareth yakin akan hal itu. Ia juga yakin suatu saat Zack pasti bisa menggantikannya sebagai pimpin pasukan. Thomas tersenyum puas melihat semua senjata yang sudah berhasil dirampas Zack dan kedua saudaranya. Meski hanya sebagian yang diberikan kepada pasukannya, Thomas sangat menghargai. "Maaf, Pak. Aku tidak bisa memberikan seluruhnya kepada Anda dan pasukan Anda," ucap Zack ragu. Sungguh, ia merasa tidak enak tapi ditekannya sedemikian rupa. "Kami juga memerlukan senjata-senjata itu." "Tidak apa-apa. Aku mengerti, Zack." Thomas tersenyum. "Semua senapan ini sudah lebih dari cukup untukku," ucapny

