Bab 29. Be A Poppa

2025 Kata

Kamar itu masih dihiasi dengan tangisan Kean. Meski sesenggukan tapi tetap saja terdengar. Bocah itu menangis keras saat bangun tidur tidak mendapatkan Zack di sisinya. Tangisannya membangunkan Russel dan Mark yang masih dibuai mimpi indah mereka. Kedua pria itu bangun dengan cepat, dengan mata yang masih terpejam. Russel yang masih berada di alam mimpi berseru memanggil seseorang dengan panggilan sayang, meminta untuk menenangkan anak mereka. Mark yang lebih dahulu sadar, segera menghampiri Kean yang sudah duduk di atas tempat tidur dengan wajah mungilnya yang dipenuhi air mata. "Halo, Jagoan! Selamat pagi!" sapa Mark serak. Ia baru bangun tidur, dipaksa. Wajar kalau suaranya lebih serak dari biasa. Tidur lewat tengah malam, bangun pagi hari membuat nyawa Mark belum sepenuhnya terkumpul

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN