"Zack! Berhenti!" seru Russel kencang. "Apa yang kau lakukan?" Namun, Zack tidak menghiraukan seruan itu. Ia terus saja maju sambil terus menembak. Tatapannya fokus ke satu arah. Bocah kecil yang sedang menangis di dekat tubuh kedua orang tuanya yang sisa serpihan. Sepertinya orang tua bocah itu menyembunyikannya sehingga ia selamat. Lalu, karena masih belum paham dengan yang terjadi si bocah pirang keluar dari persembunyiannya, mendekati kedua orang tuanya yang saat itu mulai disantap oleh para kadal. Beruntung mereka tiba tepat waktu. Lebih beruntung lagi karena Zack melihat bocah itu. Seandainya tidak ada yang melihat keberadaannya kemungkinan besar bocah kecil itu akan menjadi korban peluru nyasar. Zack mengangkat tangan, menjatuhkannya lurus ke depan sebagai isyarat untuk menghenti

