Pov Erni Aku pindai semua ruangan rumahku, yang belum selesai dibangun. mencari benda yang bisa aku jadikan Alas untuk tempat duduk. mataku terhenti ketika melihat sofa yang berada di ruang tengah, meski acak-acakan namun posisinya yang terbuka, membuatku berpikir, aku bisa duduk sambil beristirahat, menunggu mandor proyek pembangunan rumahku Datang. Aku tepuk-tepuk kursi sofa itu, menggunakan telapak tanganku. untuk menghilangkan debu yang menempel di atasnya. kemudian aku lap dengan tisu yang aku ambil dari dalam tasku, setelah dirasa cukup bersih, Aku pun membenamkan tubuhku di atas sofa yang begitu empuk. mengistirahatkan tubuh yang terasa lelah, karena sudah dua hari dua malam, mengurus keperluan Farid di rumah sakit. Perlahan mataku mulai mengatup, menikmati empuknya sofa yang

