Bab 38

1378 Kata

Perempuan itu menghentikan aktivitasnya lalu buru-buru memasukkan ponselnya ke saku bajunya. Aku tersenyum menatapnya, sementara dia begitu gugup dan salah tingkah saat aku mendekatinya.  "Aku tahu, Mbak Anita yang menerorku akhir-akhir ini. Tenang saja, aku tak akan mempermalukan Mbak di sini. Aku tak akan setega itu, hanya saja aku akan memberitahu Bang Akbar untuk berhati-hati dengan perempuan culas sepertimu," ucapku penuh penekanan pada perempuan cantik di sebelahku.  Dia mendongak beberapa saat lalu kembali menunduk diam. Tak ada sepatah katapun yang dia ucapkan.  "Bisa saja aku menelpon nomormu sekarang dan menceritakan kelicikanmu pada mereka. Lagi-lagi aku tak seburuk itu. Aku tak pandai bermuka dua sepertimu. Namun kalau kamu nggak jera, aku bisa mempermalukanmu kapan saja. Ak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN