“Kalian dari mana?” tanya Meylan saat melihat Aliong dan Bastian masuk ke dalam ruang makan restoran. “Liat tempat yang cocok buat anak lo,” sahut Aliong. “Ketemu?” “Ada, tapi anak lo keras kepala.” “Bukan keras kepala Ko, tapi nyadar diri.” sahut Bastian sambil duduk di salah satu kursi. Restoran saat ini sudah sepi, karena sudah lewat jam makan siang. Tidak tampak seorang tamu pun yang datang untuk makan. Karena itu Aliong dan Bastian dapat mengobrol santai dengan Meylan yang sedang melipat serbet makan dibantu oleh Fei. “Ko Jim mana Ci?” “Di dapur, lagi masak untuk pesanan yang minta diantar. Kenapa?” “Gua mau ngobrol sama kalian,” sahut Aliong. “Bentar lagi dia juga ke sini,” ujar Meylan. Fei berdiri dari kursinya dan berjalan ke dapur untuk mengambil minuman bagi Aliong dan

