Sebuah Ide

1865 Kata

“Gua tanya sekali lagi, di dalam itu siapa?!” ulang Chen dingin. “Gua nggak tau siapa, karena nggak kenal,” sahut salah seorang pria. “Mana kuncinya?!” sergah Bastian cepat. Namun, ketiga orang itu enggan memberikan yang diminta oleh Bastian. Mereka tetap diam dan tidak bergerak sedikitpun. Melihat hal itu, Bastian menghampiri dan mencengkram pundak salah seorang pria yang pundaknya terluka akibat pukulannya dengan keras. “Argh!” desis pria itu kesakitan. “K-u-n-c-i-n-y-a!” ujar Bastian mengeja setiap huruf dengan nada dingin, dan juga sambil memberi tekanan lagi pada pundak pria itu. “D-di d-dia,” sahut pria itu terbata-bata menahan sakit. Bastian melihat jari tangan pria itu menunjuk ke arah samping, kemudian menatap Chen yang langsung menggeledah baju dan celana pria yang dimaksu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN