Perlahan Saja

1830 Kata

Empat hari kemudian, Bastian pergi ke tempat Reza untuk melihat kayu yang akan digunakan untuk meja dan kursi pesanannya. Dia berangkat sekitar pukul tujuh pagi, karena akan mengantar Meylan dan Fei ke pasar. Setelah menurunkan ibu dan istrinya, Bastian mengemudikan mobil menuju ke tempat temannya.  Tiba di depan tempat kerja Reza, Bastian memukul bel yang terbuat dari kayu dan menunggu sebentar sampai Reza keluar. “Masuk Bas,” ujar Reza. Bastian masuk ke dalam bengkel kerja dan berjalan mengikuti Reza yang berjalan ke tempat tumpukan kayu di sudut. “Ini kayu yang bakal gua pake, menurut lo gimana?” tanya Reza. “Sepertinya oke,” sahut Bastian setelah memeriksa. “Kapan mulai bikin?” “Pertama gua bakal ngalusin kayu-kayunya dulu, setelah itu baru mulai gambar, dan ngukir. Kenapa?” “Sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN