Entah mendapat kekuatan darimana, Jamilah membalikkan tubuhnya. Matanya membesar melihat seseorang yang telah membantai lelaki-lelaki bajiingan yang berniat memperkosanya. Bukannya dia si b*****h gimbal? Mengapa penampilannya begitu berbeda? Rambut pirangnya yang biasa gimbal tampak terurai dan beriak ditiup angin. Wajah yang biasa menyeringai konyol, kini tampak membeku. Terlihat keji sekali. Tapi tunggu! Jamilah mengamati lebih teliti. Manik mata Johny ... kemana bola mata bak kelereng itu? Tak ada warna biru, yang ada warna hitam kelam kemerahan. Mirip mata genderuwo. Pasti dia salah melihat. Jamilah mengucak matanya. Yang di depannya benar Johny tapi dalam versi berbeda. Jamilah ternganga menyaksikan Johny menghantam lawan-lawannya. Mereka bertumbangan satu persatu

