Hampir Celaka

1418 Kata

Mengusap lembut bibir Nazira setelah menuntaskan hasrat melumat sepasang bibir yang membuatnya candu, Fathan lantas mengajak istrinya kembali ke cottage untuk istirahat sebelum menikmati makan malam romantis yang disiapkan oleh pihak hotel. "Ada apa, Mas?" tanya Nazira saat melihat Fathan yang menatap layar ponsel dengan kedua alis yang tertaut. "Tidak ada apa-apa. Hanya urusan pekerjaan," jawab Fathan mencium kening istrinya. "Apakah urgent?" "Tidak, itu bisa di handle oleh Abizar dan Devian." Nazira mengangguk lantas meraih tas tangannya dan merangkul lengan Fathan saat pria itu membawanya keluar kamar menuju restoran indoor tepi pantai. "Oh ya, bagaimana dengan Naysila. Apa gadis itu bisa menjadi temanmu?" "Naysila, dia gadis yang baik juga menyenangkan. Terima kasih ya, Mas. Su

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN