Byan menyeret kursinya. Dia kemudian bangkit. “Memasang iklan itu tidak bisa sembarangan, ada baiknya kita kenali dulu produknya, baru kita bisa menentukan jenis iklan apa yang sesuai dengan produk itu.” Lalu sebuah gebrakan di meja membuat sebagian orang terkesiap. “Saya nggak suka model iklan seperti ini,” tambahnya. “Tapi, Pak. Itu sesuai permintaan konsumen,” ucap Rana, sekretarisnya. Byan menghela napas. “Tapi, cara seperti itu tidak menjual. Kalau ingin pasang iklan seperti itu, kenapa harus menggunakan jasa kita?” Rana tertunduk. Kerja dua tahun pada Byan, tak membuat Rana mengerti pola pikir Byan yang perfeksionis. “Jadi, tugas saya apa, Pak?” “Kamu minta sampel produknya, biar nanti kita yang tentukan seperti apa konsepnya. Kita punya team kreatif, tugas dia hanya bayar jas

