Siang itu seusai melakukan pemeriksaan di rumah sakit Pak Pram memutuskan untuk makan masakannya sendiri untuk makan siang. Dia mungkin bosan dengan makanan siap saji yang selama ini kusodorkan. Jadi aku dengan terpaksa membantunya belanja keperluan memasaknya di salah satu supermarket tidak jauh dari rumah sakit tempat Pak Pram melakukan pemeriksaan. Aku bertugas mendorong trolley dan memungut semua bahan masakan yang ditunjuknya sementara dia berlenggak-lenggok ala supermodel sambil main tunjuk sana tunjuk sini. Mungkin aku harus menambahkan satu u*****n lagi yang cocok untuknya; kompeni. Tukang jajah. Jelas-jelas tangannya sudah sembuh, masih saja dia memperbudakku. Dasar! Begitu isi trolley sudah hampir penuh dengan semua bahan masakan yang diperlukannya, Pak Pram meninggalkanku meng

