Setelah kekacauan berlangsung cukup lama, beberapa orang penyusup berhasil menemukan tempat persembunyian anak-anak itu. Namun saat mau menerobos masuk, setengah dari mereka tewas akibat jebakan yang dipasang di depan pintu. Romi nyengir menyambut sisa manusia yang masih hidup itu, menggenggam sebuah tongkat pemukul. "Romi pukul ya!!" pekik Lexie, melemparkan bola-bola berbentuk hati. "Oke~ Sedih sih harus pukul hatimu, tapi aku tidak apa kok, bagi-bagi sedikit cinta kamu buat om-om itu," balas Romi centil. Mereka pun mengeram marah, kesal ditanggapi seperti itu. Dua orang pria asing itu pun segera menembak ke arah target mereka. Tapi sayangnya gagal akibat lemparan pisau Marvella yang berhasil memantulkan peluru itu. Lexie bertepuk tangan dengan manisnya. "Vella hebat! Yey!!" "Iya do

