Lexus mondar-mandir di depan kamarnya sendiri, tak punya nyali bertemu dengan adik kesayangan. Bahkan hingga pagi hari dan Samantha yang baru saja keluar dari kamarnya menyapa. "Selamat pagi, Tuan Muda. Anda ingin sarapan apa? Ada meeting dengan klien jam 12 siang, perlu saya gantikan?" tanya sopan. Lexus terkejut, melotot kaget dan langsung menolak dengan kasar. "Aku tak mau makan, kau juga jangan ke kantor hari ini!" Sikap yang langsung ia sesali ketika melihat ekspresi wajah kecewa Samantha. "Baik, saya mengerti." Setelah menjawab, Samantha membalikkan badan menjauhi Lexus. Buru-buru Lexus menyusul, mencengkeram lengan Samantha. "Maksudnya aku tak lapar dan aku ingin kau di rumah saja menemani Marvella," ucapnya dengan nada bicara amat lembut, berusaha menunjukkan kalau ia masih ped

