Lexie masih bertahan menemani Samantha, ia memutuskan untuk tidur di kamar pacar abangnya malam ini, menggantikan peran Lexus yang terlalu sibuk hingga tak pernah bisa menjadi tempat bersandar kekasihnya. Atau mungkin karena abangnya itu terlalu b**o jika berurusan dengan hati, hingga tak pernah berpikir kalau Samantha membutuhkannya. "Dia, datang beberapa bulan sekali tengah malam. Aku sering terbangun malam hari dan menemukan Dad tertawa bersama dengannya di depan perapian." Cerita Samantha, memulai dari pertemuan pertamanya dengan seorang yang telah melahirkannya. Lexie mendengarkan dengan baik, tak menghakimi, berkomentar atau sekadar memotong cerita Samantha. Si uke tahu, itu yang Samantha butuhkan saat ini, seorang pendengar yang baik. "Saat pertama kali aku melihatnya, aku mendek

