Prilly menutup matanya merasakan angin laut yang menerpa wajah cantiknya. Sembari matanya terpejam, telinganya menangkap jelas suara ombak yang seolah memecah karang ditepi laut. Setelah beberapa saat, matanya terbuka melihat pemandangan indah di depannya. Laut lepas berwarna biru yang menenangkan untuk di pandang. Sesaat kemudian ia beralih melihat mama dan adiknya yang tampak sedang sibuk mengabadikan momen mereka dengan berfoto ria tak jauh dari tempat Prilly berdiri kini. Karena sudah terlalu banyak mengambil foto dirinya dengan pemandangan indah disekitarnya, Prilly memutuskan untuk menikmati pemandangan itu saja. Mungkin di tempat inilah ia bisa menenangkan pikirannya. Mulai dari masalah pekerjaan, maupun masalah pribadi. Bukan berniat melarikan diri, hanya saja ingin berdamai de

