Seminggu. Sudah seminggu semenjak Jason pergi ke Bangkok. Seminggu itu pula Ghea selalu duduk dijendelanya setiap malam sambil menatap langit yang terkadang seperti mengajaknya berbicara. Berbicara dengan gelapnya malam, bintang yang meredup, serta heningnya angin yang senantiasa meredam setiap suara karena semua mata sudah terlelap. Hanya Ghea saja yang selalu menyempatkan merasakan belain semilir dinginnya suasana malam hari. Atau hanya sekedar mendengarkan musik dengan instrumen menyedihkan dengan jangka waktu berjam-jam. Malah terkadang Ghea tertidur dijendelanya. Sendirian. Ketika ia bangun, ia tetap sendirian. Jason-nya tidak ada. Tok!! Tok!! Ghea mengusap sebelah matanya lalu berucap, "Siapa?" "Adina. Buruan buka, Ghea! Lo gak mau telat 'kan?" Dengan lesu Ghea berjalan menu
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


