Menutup bukunya dan menyandarkan punggung lelahnya pada sandaran kursi, Ghea yakin ia sudah terlalu lama belajar. Tiga hari belakangan ini Ghea benar-benar memforsir dirinya sendiri. Belajar terlalu terus-menerus bahkan ia sampai hapal letak halaman materi yang ia pelajari. Sebelum lewat tengah malam, Ghea tak akan tidur. Dan seperti sekarang, ia berhenti membaca setiap materi tepat di jam dua pagi. Ghea hanya akan tidur sampai jam lima Shubuh lalu bersiap pergi ke sekolah. Seperti itu, terus-menerus. Ghea bukannya tak ingin tidur, tapi ia tak bisa. Dan sebagai pengalihan, belajar dijadikan solusi. Mungkin belajar memang bisa membuat Ghea sedikit bisa melewati malam sampai pagi, tapi Ghea tak bisa berbohong bahwa ada sesuatu yang tak bisa Ghea alihkan dengan belajar. Setiap Ghea melirik

