"Kita hanyalah seorang pemain, dalam skenario yang di buat oleh Tuhan. Jangan mengeluh, jika kau belum bahagia berarti kisah hidupmu belum di akhir cerita" ***** Suasana rumah yang tadinya sangat tenang kini berubah menjadi penuh dengan kepanikan. Tak kala Dominick berjalan cepat sambil mengendong Atha. Tergesa gesa membawanya ke dalam kamar bawah, dia tidak memikirkan apapun saat ini. Bukanya tidak kuat dia sangat kuat, sungguh hanya saja wajah Atha yang merintih kesakitan membuat Dominick tidak ingin berlama dengan naik ke lantai dua. "Rome!! Jemput dokter. Aku ingin dia datang secepat mungkin." teriak Dominick mengelegar. Rome langsung datang ke tempat Dominick berada, begitu pula dengan Raiki yang tadi tengah berada di Ruang Tamu. "T..tapi tuan, bukankah anda melarang dokte

