"Aku bukan pasrah, hanya saja menerima apa yang kini telah aku alami." ***** #Satu bulan kemudian. Tidak terasa, satu bulan telah berlalu. Hubungan Atha maupun Dominick semakin membaik. Keduanya mulai berbicara dengan biasa, dan tetap melakukan hal intim juga tentu saja. Semenjak kejadian di bawah hujan waktu itu. Dominick perlahan membuka hatinya untuk Atha. Bukan tentang cinta, melainkan tentang menerima Atha dengan apa adanya. Tanpa ada lagi perdebatan atau pertengkaran sepeti awal bertemu. Atha bahkan begitu gembira saat dia bisa bertemu dengan Felisia. Sahabat baiknya itu kini bisa datang kesana untuk menemani dirinya. Bukankah itu hal yang mengembirakan. 'F..Felisia?' Ucap Atha terbata - bata ketika matanya melihat Felisia di hadapannya. Tanpa menunggu lebih lama, At

