"All i need is a little love in my life, but you put a giant hole in my way." ***** Dominick masih memandang ayahnya dengan penuh kebencian. Apa yang sudah di lakukan ayahnya itu sangat keterlaluan. Dominick pikir ayahnya tidak akan pernah mengusiknya. Tapi apa yang terjadi, saat tadi pagi dia menemui Raiki dia sangat terkejut. Saat tahu ada luka gores di lengan kanan pria itu. Dominick tidak perlu bertanya banyak, karena dia sudah pasti tahu siapa dalang dari semua itu. Pasti ayahnya sendiri. Dominick begitu yakin, karena hanya ayahnyalah yang mampu melakukan hal nekat seperti itu. "Ini yang terakhir kali, saya berjanji jika dia sampai terluka sekali lagi, saya tidak akan memaafkan anda." Ancam Dominick serius. "Apa kau sedang mengancamku sekarang, Dominick?" mata ayah Domin

